SINARSULAWESI.ID l Makassar — Festival Daur Bumi 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup memasuki hari ketiga pelaksanaannya. Kegiatan ini berlangsung di Balai Prajurit M. Yusuf Makassar dan terus menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen dalam mendukung agenda lingkungan berkelanjutan di Kota Makassar.
Festival Daur Bumi 2025 merupakan bagian penting dari langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029. Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar dalam memilah, mendaur, dan mengelola sampah secara bijak sejak dari sumbernya.
Pada hari ketiga pelaksanaan, berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif tetap berlangsung dengan melibatkan pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, UMKM, serta pelaku industri kreatif. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kecamatan Biringkanaya menjadi salah satu wilayah yang memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Festival Daur Bumi 2025. Kehadiran dan keterlibatan unsur kewilayahan menunjukkan dukungan nyata pemerintah kecamatan dalam menyukseskan program-program pengelolaan sampah yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar.
Dalam kesempatannya, Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Festival Daur Bumi 2025. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Camat Juliaman menegaskan bahwa Kecamatan Biringkanaya berkomitmen mendukung penuh Program Daur Bumi sebagai langkah nyata menuju terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan peran kelurahan, RT, RW, serta partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kecamatan Biringkanaya terus mendorong sinergi antara pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, dan komunitas lokal dalam mengimplementasikan program pengelolaan sampah berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat akan terus diperkuat agar kebiasaan memilah sampah dapat menjadi budaya sehari-hari.
Festival Daur Bumi juga dinilai menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi pelajar dan generasi muda di wilayah Kecamatan Biringkanaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya memandang Festival Daur Bumi 2025 sebagai momentum untuk memperkuat gerakan lingkungan di tingkat kewilayahan. Nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui program dan aktivitas lingkungan di masing-masing kelurahan.
Dengan berjalannya hari ketiga Festival Daur Bumi 2025, sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan pemerintah kecamatan, termasuk Kecamatan Biringkanaya, semakin menguat. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang terpadu dan berkesinambungan.
