Media Online & Akurat
Beli Tema IniIndeks

Polda Sulsel Matangkan Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Melalui Tactical Floor Game

Makassar — Dalam rangka menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah strategis untuk mematangkan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel bersama para pejabat utama serta personel yang terlibat dalam operasi pengamanan Lebaran. ( 11-3-2026 )

TFG merupakan salah satu metode simulasi taktis yang digunakan untuk memetakan berbagai potensi situasi di lapangan, termasuk skenario pengaturan lalu lintas, pengendalian kepadatan kendaraan, hingga langkah cepat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan keselamatan di jalan raya. Melalui simulasi ini, seluruh personel dapat memahami secara menyeluruh pola pergerakan kendaraan serta strategi yang akan diterapkan selama masa mudik dan arus balik berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlihat berkumpul mengelilingi peta besar yang digelar di lantai ruangan sebagai media simulasi. Di atas peta tersebut tergambar berbagai jalur utama, persimpangan strategis, hingga titik-titik rawan kemacetan yang menjadi fokus pembahasan. Dengan,

menggunakan miniatur kendaraan dan penanda khusus, para perwira lalu lintas memaparkan alur pengaturan arus kendaraan serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kepadatan maupun insiden di jalur mudik.

Dirlantas Polda Sulsel dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan Tactical Floor Game ini bukan sekadar simulasi biasa, tetapi menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi dan strategi seluruh personel yang akan bertugas di lapangan. Ia menekankan bahwa kesiapan personel menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik.

Menurutnya, setiap anggota harus memahami secara detail tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur utama, pengawasan di titik rawan kecelakaan, hingga pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
Selain memetakan jalur utama antar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, pembahasan dalam TFG juga menyoroti sejumlah lokasi yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti kawasan wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, hingga akses menuju tempat-tempat ibadah. Semua titik tersebut menjadi perhatian khusus agar pengamanan dapat berjalan secara maksimal.

Tak hanya itu, strategi rekayasa lalu lintas juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam simulasi tersebut. Berbagai alternatif pengalihan arus kendaraan, sistem buka tutup jalan, hingga penempatan personel di titik-titik strategis turut disimulasikan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi saat puncak arus mudik maupun arus balik.

Dirlantas juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan tidak hanya menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, serta membantu para pemudik yang membutuhkan informasi maupun pertolongan selama perjalanan.

Di samping itu, pengamanan arus mudik Lebaran tidak hanya melibatkan unsur kepolisian semata. Sinergi dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi pengamanan.

Melalui koordinasi yang kuat dan perencanaan yang matang, diharapkan seluruh potensi permasalahan di lapangan dapat diantisipasi sejak dini. Dengan demikian, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasakan perjalanan yang aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan Tactical Floor Game ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel dalam mempersiapkan pengamanan mudik Lebaran 2026 secara maksimal. Dengan kesiapan personel, strategi yang terencana, serta dukungan berbagai pihak, diharapkan arus mudik dan arus balik di wilayah Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman.

Exit mobile version