SINARSULAWESI.ID l Makassar — Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., bersama para Lurah se-Kecamatan Biringkanaya menghadiri kegiatan Talk Show Manajemen Pegadaian dan Lurah Bantul dalam rangkaian Festival Daur Bumi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi dan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Talk show tersebut menghadirkan diskusi mengenai praktik pengelolaan sampah yang inovatif dan bernilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan tentang bagaimana sampah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai tinggi serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Forum diskusi ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan di tingkat wilayah
Festival Daur Bumi diselenggarakan sebagai wadah sharing dan edukasi bagi pemerintah, komunitas, serta masyarakat luas terkait pemanfaatan sampah secara kreatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah, tidak hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai potensi sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan.
Camat Biringkanaya, Juliaman, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan talk show tersebut dan menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan wilayah. Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus diperkuat hingga ke tingkat kelurahan agar kesadaran masyarakat dapat tumbuh secara menyeluruh.
Kehadiran para Lurah se-Kecamatan Biringkanaya dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah kewilayahan dalam mendukung program lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Diharapkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari festival ini dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan pengelolaan sampah di masing-masing kelurahan.
Festival Daur Bumi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Kota Makassar Bebas Sampah 2029. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, target tersebut diharapkan dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Kegiatan Festival Daur Bumi dilaksanakan di Balai Prajurit M. Yusuf Makassar dan berlangsung selama tiga hari, mulai Jum’at, 12 hingga 14 Desember 2025. Selama pelaksanaan festival, berbagai kegiatan edukatif dan interaktif digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
