Pangkep — Komitmen menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas terus diwujudkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pangkep melalui kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa Mappatabe” yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mengantisipasi potensi aksi balap liar yang kerap muncul pada akhir pekan dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
Sejak sore hari, personel Sat Lantas telah bersiaga dan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan dijadikan arena balap liar. Kawasan tersebut biasanya dipadati anak-anak muda yang berkumpul bersama komunitasnya. Melihat kondisi tersebut, petugas tidak serta-merta melakukan tindakan represif, melainkan memilih pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif.
Dengan penuh sikap santun, para personel menyapa masyarakat dan berdialog langsung dengan para pemuda yang hadir. Suasana berlangsung hangat dan komunikatif. Petugas,
menyampaikan imbauan tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar nasional, serta tidak melakukan modifikasi kendaraan yang melanggar ketentuan hukum.
Dalam dialog tersebut, dijelaskan pula bahwa balap liar bukan hanya sekadar pelanggaran lalu lintas biasa. Aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi yang dapat berujung pada kecelakaan fatal, bahkan kehilangan nyawa. Tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain yang tidak mengetahui adanya aktivitas berbahaya di lokasi tersebut. Selain itu, balap liar juga dapat menimbulkan keresahan,
sosial serta gangguan ketertiban umum.
Mengusung semangat “Mappatabe” yang dalam budaya Bugis berarti sikap menghormati, sopan santun, dan saling menghargai, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Nilai budaya lokal dijadikan sebagai landasan pendekatan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan resistensi.
Kasat Lantas Polres Pangkep menegaskan bahwa pencegahan melalui edukasi merupakan prioritas utama. Menurutnya, membangun kesadaran sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penindakan semata. Namun demikian, apabila ditemukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan umum, tindakan tegas tetap akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Selain memberikan imbauan kepada para pemuda, petugas juga mengajak masyarakat sekitar untuk berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas. Peran orang tua, tokoh masyarakat, serta komunitas sangat penting dalam mengawasi dan membimbing generasi muda agar tidak terjerumus pada aktivitas yang berisiko.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan menjadi wujud nyata bahwa Polri hadir untuk merangkul dan memberikan solusi, bukan sekadar melakukan penindakan.
Respons masyarakat terhadap kegiatan ini pun cukup positif. Banyak yang menilai langkah preventif dan dialogis seperti ini mampu menciptakan rasa aman serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Komunikasi yang terbuka dan penuh kekeluargaan dinilai mampu, menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Melalui program “Polantas Menyapa Mappatabe”, Sat Lantas Polres Pangkep.
berharap tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Generasi muda diharapkan dapat menyalurkan hobi dan semangat mereka ke kegiatan yang lebih positif, kreatif, dan bermanfaat, tanpa harus mempertaruhkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Pangkep diharapkan tetap terjaga. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi, kepedulian, dan komunikasi yang baik, diharapkan angka pelanggaran dan potensi kecelakaan dapat ditekan, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pengguna jalan.


















