Makassar – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, suasana Kota Makassar mulai menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya terkait persiapan mudik dan kebutuhan Lebaran. Mengantisipasi hal tersebut, Polrestabes Makassar mengintensifkan pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama momentum hari raya. Selasa ( 17-3-2026 )
Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa operasi ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan dengan persiapan matang. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pemetaan wilayah rawan gangguan kamtibmas, potensi kemacetan, hingga titik-titik yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, sebanyak 12 pos pengamanan telah disiagakan di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Makassar. Pos-pos ini terdiri dari Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta Pos Terpadu yang mengintegrasikan berbagai unsur pelayanan dalam satu lokasi. Keberadaan pos ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus kemudahan akses layanan bagi masyarakat, terutama para pemudik.
Di setiap pos, petugas gabungan akan berjaga selama 24 jam dengan sistem piket bergantian. Mereka tidak hanya bertugas melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti informasi jalur mudik, bantuan darurat, hingga pelayanan kesehatan ringan bagi pemudik yang membutuhkan.
Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang kuat. Selain personel kepolisian, operasi ini juga didukung oleh TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga medis, serta berbagai instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengamanan yang terpadu dan responsif terhadap berbagai situasi di lapangan.
Fokus pengamanan diarahkan pada sejumlah titik vital dan rawan, seperti jalur utama dalam kota maupun akses keluar-masuk Makassar, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diperkirakan akan dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Selain itu, pengawasan juga diperketat di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
Kapolrestabes Makassar juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, serta meningkatkan kewaspadaan, baik saat berada di perjalanan maupun saat meninggalkan rumah untuk mudik.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Tidak kalah penting, pengendara diingatkan agar tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan pos-pos pelayanan yang telah disediakan untuk beristirahat.
Dalam pelaksanaan operasi ini,
pendekatan humanis menjadi salah satu prioritas utama. Petugas di lapangan diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan solutif kepada masyarakat. Edukasi terkait keselamatan berlalu lintas pun terus digencarkan sebagai upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan.
Dengan kesiapan yang menyeluruh, mulai dari personel, sarana prasarana, hingga koordinasi lintas instansi, Polrestabes Makassar optimistis pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan dengan lancar. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh rasa aman, nyaman, dan khidmat, tanpa adanya gangguan yang berarti.
Momentum Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan keselamatan. Oleh karena itu, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang kondusif di Kota Makassar selama perayaan Idulfitri tahun ini.


















