banner 728x250

Kapolda Sulbar Audiensi dengan Kepala BPS, Bahas Data Ekonomi dan Potensi Wilayah

banner 120x600
banner 468x60

Polda Sulbar – Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menerima kunjungan audiensi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat di Mapolda Sulbar, Senin (20/4/26).

Pertemuan ini menjadi wadah silaturahmi dan pertukaran data penting terkait kondisi sosial-ekonomi masyarakat di wilayah Sulbar.

banner 325x300

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Sulbar menyampaikan sejumlah data dan kondisi riil di lapangan. Ia mengaku baru bertugas di Sulawesi Barat selama kurang lebih tiga bulan dan menyampaikan apresiasinya atas kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan daerah.

Data Kemiskinan dan Tinggi nya Biaya Hidup
Menurut data yang disampaikan, tingkat kemiskinan di Sulawesi Barat saat ini berada di angka sekitar 10 persen. Secara khusus disebutkan bahwa Kabupaten Mamasa memiliki tantangan tersendiri, di mana tingkat perekonomian masyarakat masih tergolong rendah, namun di sisi lain biaya hidup dan kebutuhan dasar justru relatif tinggi dibandingkan wilayah lain.

Selain itu, BPS juga menyoroti potensi besar Sulbar sebagai wilayah penghasil ikan. Sayangnya, hingga saat ini banyak nelayan yang masih kekurangan sarana dan prasarana pendukung, meskipun dalam skala kecil.

“Konsumsi ikan sangat penting karena kandungan protein yang tinggi untuk kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kami memohon dukungan, baik dalam bentuk sponsor maupun kegiatan sosialisasi. Kami juga siap menghadirkan tim sebagai narasumber dalam berbagai forum,” tutur Kepala BPS.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulbar menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan.

Kapolda memaparkan target pengembangan komoditas jagung di wilayah binaan Polri yang ditargetkan mencapai sekitar 900 ton. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah peran tengkulak yang seringkali membeli hasil panen dengan harga tinggi sekaligus, sehingga mengganggu distribusi.

“Kita lakukan kerja sama dengan para tengkulak agar tidak membeli seluruh hasil jagung masyarakat dan tetap memberikan ruang bagi kita, karena kita juga memiliki target yang harus dicapai dari Mabes Polri,” jelas Kapolda.

Bersamaan itu, Kapolda juga mengaitkan data sosial ekonomi dengan tugas kepolisian. Hal ini sejalan dengan diluncurkannya Operasi Sikat Marano 2026 yang fokus pada penanganan kejahatan konvensional.

“Kita pahami bahwa alasan seseorang melakukan kejahatan umumnya ada dua, yaitu karena faktor kebutuhan ekonomi dan faktor sosial seperti kecemburuan. Oleh karena itu, kita harus memiliki data yang jelas terkait karakteristik masyarakat sebagai dasar dalam bertindak,” tegasnya.

Lebih jauh, Kapolda menyinggung kekayaan luar biasa yang dimiliki Sulawesi Barat. Menurutnya, wilayah ini memiliki potensi sangat besar, bahkan disebut sebagai salah satu daerah terkaya di kawasan Sulawesi. Salah satunya adalah kandungan bahan tambang strategis seperti Uranium yang kadarnya dinilai di atas rata-rata dunia.

“Potensi ini harus dikelola dengan baik dan bijaksana agar benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sulawesi Barat,” pungkas Kapolda.

Humas Polda Sulbar

About The Author

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *