MAKASSAR — Perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah dunia jurnalistik secara besar-besaran. Media online kini menjadi salah satu sarana utama masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat, luas, dan real time. Namun, di tengah pesatnya perkembangan media digital, masih muncul harapan dan tuntutan agar keberadaan media online mendapatkan perhatian yang lebih serius, termasuk dalam kebijakan kerja sama publikasi dan dukungan anggaran informasi.
Kami menyampaikan harapan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bapak Kapolri, serta seluruh Polda pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah agar keberadaan media online tidak dipandang sebelah mata dan tidak diperlakukan berbeda secara tidak proporsional dibandingkan media cetak maupun media elektronik.
Media online adalah bagian dari ekosistem pers Indonesia.
Di era digital seperti saat ini, informasi tidak lagi hanya dibaca melalui koran atau disaksikan melalui televisi. Masyarakat kini mendapatkan informasi melalui telepon genggam, portal berita, website, dan berbagai platform digital. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah Karena itu, sudah saatnya keberadaan media online mendapatkan perhatian yang lebih adil.
Jangan sampai media online hanya dicari ketika dibutuhkan untuk mempublikasikan kegiatan, tetapi dilupakan ketika berbicara mengenai kerja sama, dukungan publikasi, dan kebijakan anggaran komunikasi publik.
Media online juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai program pemerintah, kegiatan Polri, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta berbagai kebijakan yang perlu diketahui masyarakat luas.
Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap keberlangsungan ekosistem media online yang profesional dan bertanggung jawab. Dukungan terhadap media tidak harus dimaknai sebagai upaya mengatur pemberitaan, karena independensi pers harus tetap dijaga.
Namun, kerja sama publikasi yang transparan, objektif, sesuai aturan, dan berdasarkan mekanisme yang berlaku merupakan bagian penting dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Media online juga memiliki biaya operasional yang tidak sedikit.
Mulai dari biaya pengelolaan website, server, domain, reporter, liputan di lapangan, transportasi, komunikasi, peralatan kerja, hingga kebutuhan teknis lainnya. Di balik sebuah berita yang cepat diterima masyarakat, terdapat kerja jurnalistik yang membutuhkan tenaga, waktu, biaya, dan tanggung jawab.
Oleh karena itu, kami meminta agar pemerintah dan institusi terkait tidak lagi memandang media online sebagai media kelas dua.
MEDIA ONLINE BUKAN PELENGKAP. MEDIA ONLINE ADALAH BAGIAN PENTING DARI PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK DI INDONESIA.
Secara khusus, kami berharap perhatian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda, Polres, dan seluruh jajaran di daerah.
Kami juga menyampaikan harapan kepada Kapolda Sulawesi Selatan beserta seluruh jajaran agar memberikan ruang yang lebih terbuka dan adil bagi media online dalam program kerja sama publikasi dan penyebarluasan informasi.
Sulawesi Selatan memiliki banyak media online yang aktif menjalankan fungsi jurnalistik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Media-media tersebut setiap hari bekerja di lapangan, mengawal berbagai persoalan, menyampaikan kegiatan pemerintah dan aparat penegak hukum, serta menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan institusi.
Karena itu, kami berharap kebijakan kerja sama media dapat dilakukan secara lebih terbuka, transparan, profesional, dan tidak hanya berfokus pada kelompok media tertentu.
JANGAN ADA KESAN MEDIA ONLINE DIABAIKAN, SEMENTARA PERAN MEREKA DALAM MENYEBARKAN INFORMASI TERUS DIMINTA DAN DIBUTUHKAN.
Kami meminta agar perhatian terhadap media online dilakukan dengan prinsip keadilan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Media yang memenuhi persyaratan dan menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program kerja sama publikasi.
Tidak boleh ada diskriminasi hanya karena perbedaan platform.
Media cetak memiliki perannya.
Media elektronik memiliki kekuatannya.
Dan media online memiliki keunggulan tersendiri dalam kecepatan, jangkauan, serta kemampuan menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.
Ketiganya merupakan bagian dari perkembangan dunia informasi Indonesia.
Sudah waktunya paradigma lama diubah.
JANGAN LAGI MEMBEDAKAN NILAI MEDIA HANYA BERDASARKAN BENTUK PLATFORMNYA. YANG HARUS DIUTAMAKAN ADALAH PROFESIONALISME, KREDIBILITAS, LEGALITAS, DAN KUALITAS KERJA JURNALISTIK.
Kami berharap Bapak Presiden Republik Indonesia dapat memberikan perhatian terhadap perkembangan industri media digital di Indonesia. Begitu pula Bapak Kapolri diharapkan dapat mendorong sistem komunikasi publik yang semakin terbuka dan memberikan ruang yang proporsional bagi media online di seluruh Indonesia.
Harapan tersebut juga kami tujukan kepada seluruh Kapolda di Indonesia, termasuk Kapolda Sulawesi Selatan, agar membangun pola kemitraan yang sehat dengan media online.
Kemitraan yang dimaksud bukan untuk menghilangkan independensi pers.
Bukan pula untuk mengendalikan isi pemberitaan.
Tetapi membangun hubungan profesional dalam rangka penyebarluasan informasi publik yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
MEDIA YANG INDEPENDEN TETAP HARUS KRITIS. NAMUN MEDIA YANG PROFESIONAL JUGA BERHAK MENDAPATKAN KESEMPATAN YANG ADIL DALAM KERJA SAMA PUBLIKASI SESUAI ATURAN YANG BERLAKU.
Kami menyerukan agar pemerintah dan seluruh institusi tidak menutup mata terhadap perubahan zaman.
Indonesia sedang bergerak menuju era digital.
Masyarakat sudah berada di ruang digital.
Informasi berkembang di ruang digital.
Dan media online menjadi salah satu pilar utama dalam arus informasi tersebut.
Maka sudah seharusnya kebijakan komunikasi publik juga mengikuti perkembangan zaman.
JANGAN SAMPAI MEDIA ONLINE HANYA DIMINTA MENYEBARKAN INFORMASI, TETAPI TIDAK DIBERIKAN PERHATIAN YANG LAYAK DALAM KEBIJAKAN KEMITRAAN DAN PUBLIKASI.
Kami berharap suara ini dapat menjadi perhatian bersama.
Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kami berharap adanya perhatian terhadap keberlangsungan media digital dan ekosistem pers nasional.
Kepada Bapak Kapolri, kami berharap jajaran Polri di seluruh Indonesia dapat membuka ruang kemitraan yang lebih profesional, transparan, dan proporsional bagi media online.
Dan kepada Kapolda Sulawesi Selatan beserta jajaran, kami berharap adanya langkah nyata untuk memberikan kesempatan yang adil kepada media online dalam program kerja sama publikasi dan penyebaran informasi, sesuai dengan mekanisme serta ketentuan yang berlaku.
MEDIA ONLINE SELURUH INDONESIA MEMINTA KEADILAN, BUKAN KEISTIMEWAAN.
Kami tidak meminta untuk diutamakan dengan cara mengesampingkan media lain.
Kami meminta agar media online tidak lagi diabaikan.
Kami meminta kesempatan yang setara.
Kami meminta kebijakan yang terbuka.
Kami meminta sistem kerja sama yang profesional
Dan yang paling penting, kami meminta agar keberadaan media online sebagai bagian dari pilar informasi masyarakat Indonesia benar-benar dihargai.
SUDAH SAATNYA MEDIA ONLINE BERDIRI SEJAJAR DALAM EKOSISTEM INFORMASI NASIONAL. BUKAN DI BELAKANG, BUKAN SEBAGAI PELENGKAP, TETAPI SEBAGAI BAGIAN PENTING DARI MASA DEPAN PERS INDONESIA.

















